BAB I
PENDAHULUAN
Psikologi perkembangan sebagai cabang ilmu psikologi yang meneliti berbagai perubahan yang terjadi pada individu yang dimulai sejak proses persalinan berlangsung. Seorang bayi merah yang baru saja lahir alias keluar dari rahim Ibunya, di dalam Ilmu Psikologi Perkembangan sudah dikategorikan sebagai individu. Terlepas dari pascanatal yang dapat diukur kadang pertumbuhan dan perkembangannya, masa prakonsepsi dan masa pranatal adalah perkara penting yang juga harus diperhatikan untuk meneliti dan mengawasi pola perkembangan individu.
Benar adanya pendapat para peneliti yang menyatakan bahwa meneliti perkembangan manusia jika tidak dimulai sejak fase pranatal atau permulaan kehidupan sama dengan menonton sandiwara atau film ditengah-tengah penayangan atau melihat acara Televisi setelah program berjalan beberapa waktu lamanya. Alangkah ruginya jika hanya dapat melihat proses perkembangan seorang individu untuk diteliti secara tidak utuh. Jika saja proses itu tetap berlangsung, maka akan sering ditemukan kesulitan-kesulitan yang dapat membentur ketika proses penelitian berlangsung.
Maka dari itu, melalui makalah yang singkat dan sederhana ini penulis menyajikan perkembangan psikologi manusia dimulai sejak masa prakonsepsi terjadi yang selanjutnya melalui fase konsepsi yang kemudian terjadi periodisasi pranatal sehingga terjadi proses pascanatal atau periode lahirnya individu manusia baru yang lahir ke dunia. Di dalam makalah yang singkat ini juga penulis mencoba menghadirkan beberapa konsep perkembangan manusia yang dimulai sejak masa pranatal, neonatal hingga fase bayi yang diprediksi berakhir di usia 24 bulan, yang selanjutnya akan mengalami masa balita, kanak-kanak dan mengalami masa perkembangan dan pertumbuhan selanjutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
- Periode Prakonsepsi
Manusia sebagai makhluk Tuhan yang istimewa dan menyandang gelar sebagai khalifah Allah yang diciptakan berpasang-pasangan untuk menyempurnakan kebahagiaan di dunia dan di akhrirat serta untuk menumbuhkan dan berbagi kebaikan di dunia. Sebagaimana diungkapkan dahulu bahwasanya manusia diciptakan dari tanah setelah melalui proses yang disempurnakan dan ditiupkan dari tanah setelah melalui proses yang disempurnakan dan ditiupkan padanya ruh dari Tuhannya. Dari sini jelas bahwa manusia merupakan kesatuan dua unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Sebagaimana halnya dengan air yang merupakan perpaduan antara oksigen dengan hidrogen dalam keadaan tertentu. Bila kadar oksigen dan hidrogennya dipisahkan, maka ia tidak akan menjadi air lagi. Dalam pemebentukan senyawa kimia dijelaskan bahwa senyawa harus terbentuk dari dua unsru yang berbeda jenis (laki-laki dan perempuan) dan sifat yang diikat dalam satu area medan energi. Proses terbentuknya senyawa dikarenakan ketidakseimbangan masing-masing atom unsur yang membutuhkan penyatuan agar saling melengkapi.
Adapun masa prakonsepsi merupakan masa persiapan individu dewasa menuju masa konsepsi atau dikenal dengan istilah pernikahan yang bertujuan untuk membentuk generasi-generasi atau keturunan yang diinginkan dan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam rentang waktu prakonsepsi, individu diminta untuk memilih pasangan yang akan mendampingi hidupnya dan orang yang akan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan satu sama lainnya agar terjadi kehidupan rumahtangga yang harmoni dan seimbang dengan didasari fondasi ketaatan dalam beragama yang kokoh.[1]
Tak sebatas pencarian atau pemilihan calon pasangan yang kelak akan bekerjasama dalam hal membentuk gen-gen dan kromosom baru dalam proses pembentukan individu baru pasca konsepsi, pemeliharaan terhadap kesehatan jiwa dan raga juga harus diperhatikan dan dipertimbangkan agar dapat menghasilkan generasi yang gemilang. Tak sampai disana, ketika masa prakonsepsi tengah berlangsung, individu tersebut diminta untuk mencukupi atau membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan proses konsepsi, pranatal, hingga pascanatal individu baru yang kelak akan menghiasi muka bumi.
Pembekalan tak sekadar berbatas pada bidang materi, melainkan bidang nonmateri berikut kecerdasan emosi, kognisi dan spiritual yang menjadi penunjang manusia menuju lapis tingkatan tertinggi Islam, yakni Ihsan. Ditambah lagi dengan tuntutan pembangunan karakter bangsa yang memerlukan keteladan dan sentuhan sejak dini mungkin (pranatal/janin) sampai masa dewasa. Periode pertumbuhan dan perkembangan manusia yang paling sensitif adalah periode di dalam keluarga. Pola asuh orangtua sangat berpengaruh terhadap penanaman nilai-nilai agama, sosial dan moral manusia. Untuk itu diperlukan pendidikan bagi para calon orangtua untuk dapat melakukan pola asuh yang tepat untuk melatakkan dasar-dasar pendidikan berkarakter bagi anggota keluarga dalam rangka pembinaan karakter agama bangsa yang berkelanjutan.[2]
Tak sampai disana, para peneliti sepakat bahwa salah satu cara terbaru untuk mengajarkan perilaku bermoral kepada anak adalah dengan memberikan contoh yang baik. Melalui metode tersebut, anak dapat meningkatkan kecerdasan moralnya. Para Psikolog Perkembangan anak juga menemukan adanya satu kondisi yang membuat anak dapat mencontoh sikap baik, yaitu banyaknya kesempatan anak melihat contoh atau sikap tersebut.[3]
- Periode Pranatal
Banyak hal yang terjadi dalam hidup seorang manusia sejak dilahirkan. Pada suatu masa, para manusia merupakan organisme mikroskopis yang mengapung dalam lautan cairan di Rahim Ibu. Penyair abad ke-19, Samuel Taylor pernah mengatakan, “sejarah manusia selama sembilan bulan sebelum dilahirkan mungkin adalah sejarah yang paling menarik, dan mengadung peristiwa-peristiwa mengejutkan dan menakjubkan dibanding dengan tahun-tahun sesudahnya.
Banyak pengorbanan, kisah-kisah ajaib dan bernilai tinggi selama fase kehamilan berlangsung. Dalam sembilan bulan yang singkat, sebuah sel tunggal telah mengembangkan kemampuannya untuk hidup dan berfungsi sebagai manusia dengan potensi perubahan fisik, kognitif, sosial-emosional yang lebih jauh. Akan tetapi tetap saja dalam proses perkembangannya akan terdapat hambatan-hambatan yang dapat mengganggu proses perkembangannya.[4]
- Pengertian Periode Pranatal
Secara bahasa, periode pranatal berarti masa yang berlangsung dari saat pembuahan dimana terjadinya pertemuan antara sperma seorang laki-laki dengan ovum wanita sehingga terjadi pembuahan yang menyebabkan terjadinya kehamilan hingga masa kelahiran dengan masa yang berlangsung selama kurang lebih sembilan bulan atau dalam kurun waktu 270-280 hari. Sebelumnya, fase pranatal dalam perkembangan manusia hanya mendapat sedikit perhatian dalam dunia ilmu psikologi. Dahulunya, beberapa penelitian tentang psikologi manusia hanya dimulai di masa prasekolah. Justru kebanyakan penelitian pada saat itu hanya dilakukan di lingkungan anak usia sekolah. Dan seiring berjalannya waktu, proses penelitian terhadap psikologi manusia dimulai dari masa kelahiran. Tepat di tahun 1940-an, para ahli mulai melakukan penelitian mereka terhadap psikologi manusia di masa pranatal atau sebelum kelahiran yang hingga kini berkembang pesat sebagai bahan pelajaran di bangku perkuliahan.
Mulai dari saat itulah para peneliti sadar bahwa meneliti perkembangan manusia jika tidak dimulai sejak fase pranatal atau permulaan kehidupan sama dengan menonton sandiwara atau film ditengah-tengah penayangan atau melihat acara Televisi setelah program berjalan beberapa waktu lamanya.[5] Disadari bahwa, mengetahui segala kejadian di masa pranatal dalam psikologi adalah perkara penting untuk dapat mengerti dan memahami tentang pola perkembangan manusia yang normal dan untuk menyadari setiap kejadian yang dapat mengganggu perkembangannya.[6]
Sebagian besar perkembangan yang terjadi sebelum masa kelahiran diteliti oleh para fisiolog dan paramedis dan hasil-hasil penelitian tersebut dijadikan rujukan oleh para psikolog perkembangan. Sumbangan mereka sebagian besar melengkapi data fisiologis dan data fisik dengan bukti otentik terhadap pengaruh perkembangan fisiologis manusia dan pengaruh jangka panjang dari sikap-sikap orang yang berarti di masa sebelum kelahiran.
- Ciri-Ciri Periode Pranatal
Meskipun periode pranatal merupakan periode tersingkat yang dialami manusia dalam fase perkembangannnya, namun dalam banyak hal peridoe ini penting atau bahkan yang terpenting dari semua periode. Namun demikian, periode pranatal memiliki enam ciri penting yang masing-masingnya mempunyai akibat yang dapat memperlambat perkembangan manusia di dalam kehidupannya.
- Terjadinya proses periode bauran yang merupakan fase terjadinya proses dasar bagi perkembangan manusia selanjutnya, diturunkan sekali untuk selamanya sementara itu kondisi-kondisi yang baik atau tidak baik sebelum atau sesudah proses kelahiran sampai tingkta tertentu, mampu mempengaruhi sifat-sifat fisik dan psikologis yang membentuk sifat-sifat bawaan tersebut, dengan ukuran perubahan yang bersifat kauntitatif.
- Terjadinya permbentukan keadaan manusia berdasarkan kondisi Ibu mengandung. Kondisi yang baik dalam tubuh Ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan janin.
- Pembentukan jenis kelamin individu sudah mengalami proses penciptaan tanpa pengaruh kondisi-kondisi yang terdapat dalam tubuh Ibu.
- Terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang normal lebih dominan dibanding dengan fase pertumbuhan dan perkembangan manusia setelah fase tersebut.
- Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis. Meski demikian kita tidak dapat mengklaim bahwa periode ini merupakan periode yang sangat bahaya dalam seluruh proses kehidupan manusia. Hanya saja periode pranatal merupakan fase rentan terjadinya proses perkembangan yang terhambat.
- Pada masa ini orang-orang berkepentingan berperan membentuk sikap-sikap pada diri individu yang baru diciptakan dan akan segera dilahirkan.
- Proses Terjadinya Perkembangan Pranatal
- Pematangan
Pematangan merupakan proses pengurangan kromosom melalui pembelahan sel atau kromosom dari tiap pasangan mencari sel yang belum selesai membelah. Sel atau kromosom tersebut selanjutnya akan membelah menurut panjangnya dan membentuk dua sel baru. Sel yang sudah matang mengandung dua puluh tiga kromosom, yang dikenal sebagai sel haploid. Pematangan sel-sel yang dapat membelah tersebut hanya bisa terjadi jika sudah mengalami proses kematangan.
Pembelahan kromosom selama proses pematangan adalah masalah kebetulan. Setiap kemungkinan kombinasi kromosom pria dan wanita dapat ditemukan di dalam sel-sel baru setelah pembelahan. Diperkirakan ada 16.777.216 kemungkinan kombinasi dari dua puluh tiga kromosor pria dan dua puluh tiga sel-sel seks wanita.
- Ovulasi
Ovulasi merupakan tahap awal perkembangan yang terjadi hanya pada sel-sel seks wanita. Masa ini adalah masa persiapan untuk menunggu kehadiran zigot yang akan dihasilkan oleh pertemuan sel sperma laki-laki dan ovum wanita
- Pembuahan
Pembuahan atau fertilization yang terjadi pada masa kehamilan merupakan tahap ketiga dari permulaan perkembangan sejak mulainya kehidupan baru.
- Periode-Periode Perkembangan Pranatal
- Periode germinal/ zigot (nutfah)
Periode ini terjadi sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua fase kehamilan. Pada fase ini janin masih berbentuk sperma dan ovum yang menyatu setelah mengalami tahap pembuahan. Di dalam Islam fase tersebut diistilahkan dengan nutfah. Adapun ciri-ciri zigot sebagai berikut,
- Bentuk zigot sebesar kepala peniti tidak dapat berubah karena belum mendapat asupan makanan dari luar hidupnya.
- Dengan berjalannya zigot dari Tuba Fallopi yang turun ke uterus, terjadi banyak pembelahan dan zigot, terbagi menjadi lapisan luar dan lapisan dalam.
- Lapisan luar kemudian berkembang menjadi placenta (ari-ari), tali pusar, dan selaput pembungkus janin, lapisan dalam berkembang menjadi manusia baru.
- Sekitar sepuluh hari setelah pembuahan, zigot tertanam di dalam dinding uterina.[7]
- Periode embrionik
Periode embrio merupakan fase yang terjadi di akhir minggu kedua sampai akhri bulan kedua berdasarkan perhitungan bulan. Di dalam Islam, fase ini disebut dengan istilah ‘alaqah. Adapun ciri-ciri zigot sebagai berikut,
- Embrio berkembang menjadi manusia dalam bentuk kecil. Embrio memiliki tiga lapisan, yang pertama lapisan endoderma yang berarti lapisan dalam yang berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernapasan. Yang kedua adalah lapisan ektoderma yang berarti lapisan luar yang berkembang menjadi sitem syaraf reseptor indrawi yang meliputi mata, telinga, kulit, rambut dan kuku. Dan lapisan terakhir adalah mesoderma yang berarti lapisan tengah yang berkembang menjadi sistem peredaran darah, tulang, otot, sistem eksresi dan sistem reproduksi.[8]
- Terjadi perkembangan besar, mula-mula di bagian kepala dan terakhir pada anggota tubuh.
- Semua bagian tubuh yang penting, baik bagian luar maupun dalam sudah terbentuk.
- Embrio mulai brgerak di dalam uterus dan terjadi gerakan-gerakan spontan dari anggota tubuh
- Plasenta, tali pusar dan selaput pembungkus janin berkembang, ketiganya melindungi dan memberi makan embrio.
- Pada akhir bulan kedua pranatal, berat embrio rata-rata 1 ¼ ons dan panjangnya 1 ½ inci.
- Periode janin atau fetal
Periode ini berlangsung dalam rentang waktu akhir bulan kedua sampai proses kelahiran berlangsung. Adapun ciri-ciri zigot sebagai berikut,
- Terjadi perubahan pada bagian-bagian tubuh yang telah terbentuk, baik dalam bentuk/ rupa maupun perubahan aktual dan terjadi perubahan dalam fungsi organ. Pada saat ini, belum tampak bentuk-bentuk baru yang akan terjadi.
- Pada akhir bulan ketiga, beberapa organ dalam perkembangan cukup sehingga organ sudah dapat berfungsi. Denyut jantung janin dapat diketahui sekitar minggu kelima belas proses kehamilan.
- Pada akhir bulan kelima, berbagai organ dalam telah menempati posisi hampir serupa dengan posisi di dalam tubuh dewasa.
- Sel-sel saraf yang ada sejak minggu ketiga, jumlahnya meningkat pesat selama bulan-bulan kedua, ketiga dan keempat. Apakah peningkatan pada saat ini akan terus berlangsung atau tidak, tergantung pada kondisi di dalam tubuh Sang Ibu, seperti kekurangan gizi yang sebaliknya mempengaruhi perkembangan sel saraf terutama daam bulan-bulan terakhir periode pranatal.
- Biasanya gerak-gerak janin tampak pertama kali antara minggu kedelapan belas atau dua puluh. Kemudian meningkat cepat sampai akhir bulan kesembilan dimana gerakan mulai berkembang karena penuhnya membungkus janin dan tekanan pada otak janin disaat janin mengambil posisi kepala di bawah di daerah pinggul dalam persiapan untuk lahir. Gerak-gerak janin ini berlainan jenisnya, yaitu menggelinding dan menendang, gerak pendek atau cepat.
- Pada akhir bulan ketujuh, janin sudah cukup berkembang dan dapat hidup bila lahir sebelum waktunya.
- Pada akhir bulan kedelapan, tubuh janin sudah lengkap terbentuk, meskipun lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal yang cukup bulannya.
Dalam ketiga periode pranatal terdapat bahaya fiisk tertentu. Meskipun bahaya tersebut tidak selalu mempengaruhi semua individu, tetapi hal-hal tersebut sering terjadi dan cukup dapat mempengaruhi perkembangan individu sepanjang kehidupannya. Berikut beberapa bahaya fisik yang kerap terjadi selama periode pranatal berlangsung yang juga dapat mengganggu perkembangan psikologi seseorang dalam menjalani kehidupannya,
- Periode zigot
- Kelaparan
Jika terjadi kasus kelaparan pada masa pranatal, besar kemungkinan zigot akan mati karena kelaparan apabila hanya sedikit sekali kuning telur yang dapat mempertahankan kehidupannya sampel zigot itu dapat menyangkutkan diri pada dinding uterine atau bila zigot terlalu lama tinggal di dalam tuba.
- Kurangnya persiapan uterine
Implantasi tidak dapat terjadi bila pada waktunya dinding uterine belum siap menerima zigot karena adanya ketidakseimbangan kalenjar.
- Implantasi di tempat yang salah
Kalau zigot menjadi terikat pada jaringan fibroid yang kecil di dalam dinding uterine atau pada dinding Tuba Fallopi, zigot tidak mendapat makanan dan akan mati.
- Periode embrio
- Keguguran
Keguguran bisa terjadi disebabkan jatuh, kejutan emosi, gangguan-gangguan kalenjar, kekurangan vitamin dan penyakit-penyakit berbahaya seperti pneumonia dan diabetes, dapat menyebabkan embrio keluar dari tempatnya di dalam dinding uterine, yang mengakibatkan keguguran. Keguguran yang disebabkan karena kondisi yang kurang baik pada masa pranatal cenderung terjadi antara minggu kesepuluh dan kesebelas setelah pembuahan.
- Ketidakteraturan perkembangan
Kondisi tersebut terjadi bila kasus Malnutrisi Ibu berlangsung, kekurangan vitamin dan kalenjar, penggunaan obat-obatan, alkohol dan tembakau yang berlebihan dan penyakit seperti diabetes dan cacar.
- Periode janin
- Keguguran
Kasus keguguran selalu mungkin terjadi sampai kehamilan bulan kelima, hal tersebut disebabkan lemahnya kondisi janin yang tengah dikandung oleh Sang Ibu. Melewati fase-fase rentan tersebut, keguguran juga tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi.
- Prematur
Janin yang beratnya kurang dari 2 pon 3 ons mempunyai kesempatan hidup yang lebih kecil daripada janin-janin yang lebih berat dan mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami perkembangan salah bentuk. Hal tersebut disebabkan kurangnya asupan gizi dan hal-hal berbahaya yang terjadi selama proses kehamilan berlangsung.
- Komplikasi pada saat melahirkan
Kondisi ini terjadi ketika Si Ibu mengalami tekanan sehingga mempengaruhi kotraksi uterine dan cenderung mengakibatkan komplikasi (berbagai penyakit yang timbul pada masa bersamaan) ketika proses melahirkan berlangsung. Misalnya, penyakit diabetes, asma dan hipertensi.
- Ketidakteraturan perkembangan
Hal tersebut terjadi ketika kondisi yang tidak baik terjadi selama periode embrio berlangsung sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anggota-anggota tubuh janin dan memperlambat seluruh pola perkembangan janin. Jika saja pertumbuhan tersebut mengalami hambatan, maka perkembangan psikologi yang terjadi juga akan mengalamai gangguan.
Sedangkan masalah-masalah yang terjadi diluar kondisi janin atau yang disebabkan lingkungan eksternal pada masa pranatal yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan psikologi manusia dalam menjalankan kehidupannya di masa depan pasca persalinan adalah sebagai berikut,
- Anak yang tidak diinginkan
Perkara tersebut bisa saja terjadi karena hubungan gelap yang dilakukan oleh sepasang manusia laki-laki dan perempuan tanpa perencanaan yang matang, sehingga terjadi kehamilan janin yang tidak diinginkan. Misalnya karena akan membuat malu atau ‘aib keluarga
- Tidak menghendaki anak pada saat itu
Kondisi ini terjadi pada pasangan menikah yang belum memiliki program untuk memiliki anak atau kembali memiliki anak. Hal tersebut bisa saja disebabkan kesibukan kedua pasangan atau disebabkan kesibukan untuk mengasuh dan mendidik anak yang sudah dilahirkan.
- Lebih menyukai anak dengan jenis kelamin tertentu
Kasus tersebut terjadi pada pasangan yang sepakat dan sangat ingin memiliki anak dari jenis kelamin tertentu. Misalnya ingin memiliki anak laki-laki setelah memiliki 3 orang anak perempuan berturut-turut.
- Konsep anak impian
- Tidak menginginkan anak kembar
Masalah ini muncul ketika melakukan USG di usia kehamilan yang memasuki masa usia kehamilan tua menunjukkan bahwa jumlah anak yang dikandung tidak sesuai dengan yang diinginkan dan direncanakan. Hal tersebut bisa saja terjadi disebabkan kekekhawatiran pasangan orangtua untuk mengasuh, mendidik, menafkahi dan memenuhi kebutuhan buah hati.
- Menginginkan pengguguran atau aborsi
Kondisi ini bisa disebabkan oleh pelbagai kemungkinan. Misalnya ketika melakukan pemeriksaan terdeteksi bahwa terdapat kemungkinan besar terjadi kecacatan fisik pada janin yang akan dilahirkan. Dengan disebabkan rasa malu dan gengsi, kedua pasangan calon orangtua tersebut dengan tega membunuh janinnya dengan cara aborsi.
- Penghinaan kepada anak yang dikandung
Kondisi ini lumrah terjadi pada janin yang dikandung akibat hubungan gelap. Sebab tidak tahan menanggung malu, Sang Ibu kerap menghina janin yang dikandungnya dengan kata-kata negatif yang dapat mengganggu perkembangan psikologi si janin.
- Stress maternal
Gangguan tersebut merupakan stress emosional berat dalam kehamilan yang dapat mempengaruhii bayi dalam kandungan karena perubahan-perubahan fisiologis yang dialami ibu dapat memeliki konsekuensi-konsekuensi pada aliran darah di dalam rahim dan kadar oksigen yang tersedia ketika janin berada dalam kandungan.
- Obat-obatan resep maupun nonresep serta obat ilegal
Obat-obatan tersebut disinyalir dapat menyebabkan gangguan-gangguan yang membahayakan si janin dan Ibu yang mengandung. Mencakup antibiotik-antibiotik tertentu, misalnya streptomisin, hormon-hormon sintetik lainnya. Obat-obatan nonresep yang berpotensi membahayakan janin pada masa kehamilan adalah pil diet dan aspirin.
- Alkohol dan tembakau
Mengkonsumsi alkohol dan tembakau pada Ibu hamil dilarang sebab dapat menyebabkan kecacatan dan lambatnya perkembangan psikologi janin yang dapat mempengaruhi keadaannya ketika telah dilahirkan.
- Bahaya-bahaya lingkungan
Radiasi dapat mengakibatkan mutasi gen, abnormalitas kromosom lebih tinggi pada anak-anak dengan Ayah yang terpapar radiasi tingkat tinggi dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Sinar X pada masa awal-awal kehamilan dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin di kandungan.
Bahaya lain mencakup polutan seperti karbon monoksida, merkuri, pupuk-pupuk tertentu, dan pestisida juga berbahaya untuk tumbuh kembang janin yang dapat terhambat.
- Belajar Di Masa Pranatal Dan Perkembangan Kognitif
Bukti keberhasilan metode belajar di masa pranatal dikaitkan dengan persepri pendengaran bayi selama di dalam kandungan. Pendengaran berkembang pada sekitar usia kehamilan enam bulan dan telah diketahui dengan baik bahwa janin dapat mencerap dan merespon suara , seperti bicara dan musik. Sebuah industri yang berkembang pesat juga dibangun di sekitar gagasan bahwa perangsangan suara pranatal dengan musik klasik dapat memiliki efek positif pada perkembangan pranatal.
Bayi yang telah melakukan proses belajar di periode pranatal mengalami perkembangan kognitif yang lebih pesat dibanding bayi yang tidak pernah mengalami proses pembelajaran di fase pranatalnya. Konon, bayi yang sudah mengalami proses pembelajaran di periode pranatal lebih pintar atau cerdas dibanding bayi yang tidak mengalami proses belajar di periode pranatal.
- Periode Neonatal Dan Fase Bayi
Periode neonatal merupakan masa keberadaan manusia mungil yang baru saja lahir ke dunia di waktu-waktu pertama pasca kelahiran yange merupakan rentang waktu perubahan sebagai bayi. Sedangkan fase bayi merupakan manusia yang paling tidak berdaya di muaka bumi. Salah satu alasan mengenai ketidakberdayaan ini adalah mereka dilahirkan sebelum seluruhnya selesai.
Dalam sudut pandang evolusi, yang membedakan manusia dengan hewan adalah ukuran otak manusia yang lebih besar. Masa bayi adalah masa perkembangan dalam 18 hingga 24 minggu setelah kelahiran merupakan masa yang paling kaay akan perubahan, kedua setelah prenatal. Semasa bayi, anak-anak yang mengalami perubahan dari makhluk yang nyaris tidak dapat bergerak sendiri menajdi makhluk yang bergerak secepat kaki mereka melangkah.
- Pengertian Periode Neonatal Dan Fase Bayi
Menurut kamus baku, periode neonatal atau pasca kelahiran atau disebut dengan masa bayi merupakan permulaan atau periode awal keberadaan sebagai individu dan bukan sebagai parasit di dalam tubuh Ibu. Kamus tersebut juga merumuskan bayi sebagai seorang anak yang merupakan manusia muda dalam fase kehidupan pertama mereka.
Sedangkan menurut hukum yang berlaku, bayi yang baru lahir merupakan individu belum dewasa sampai mencapai usia kematangan yang legal. Di Amerika, fase ini digenapkan ketika mencapai usia 8 tahun. Istilah medis berpendapat bahwa bayi adalah seorang anak yang muda usianya, tetapi tidak ditetapkan batasan usia berapa individu tidak lagi tergolong bayi dan menjadi seorang anak. Adapun fase bayi merupakan fase yang tidak dapat diukur waktu berlangsungnya fase tersebut.
- Ciri-Ciri Bayi
Pada masa bayi tengah terjadi proses perkembangan fisik yang dimulai dari pertambahan ukuran tubuh. Berkembangnya anggota tubuh bayi, proporsi fisik pada bayi (bayi bukanlah miniatur orang dewasa), perkembangan fungsi fisiologisnya sudah mengalami perkembangan dan aktifitas yang mulai normal.
Setiap periode perkembangan manusia ditandai dengan gejala perkembangan tertentu yang membedakannya dari periode-periode yang mendahuluinya atau mengikutinya. Ada beberapa gejala yang dapat dikaitkan dengan periode ini, tetapi ada yang muncul dalam bentuk yang berbeda selama masa bayi neonatal fase bayi. Berikut ciri-cirinya;
- Neonatal merupakan periode tersingkat dalam proses perkembangan
- Masa bayi neonatal adalah masa terjadinya penyesuaian yang radikal
- Masa bayi neonatal merupakan masa terhentinya perkembangan pranatal
- Masa bayi neonatal merupakan masa pendahuluan perkembangan bayi dan perkembangan selanjutnya
- Masa bayi neonatal merupakan periode yang sangat berbahaya
- Masa bayi adalah masa dasar sesungguhnya
- Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan
- Masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat
- Masa bayi adalah meningkatnya individualitas
- Masa bayi adalah masa permulaan sosialisasi
- Masa bayi adalah masa yang menarik
- Masa bayi merupakan permulaan kreativitas
- Masa bayi adalah masa berbahaya
- Masa bayi merupakan periode kritis dalam perkembangan kepribadian manusia.
- Pertumbuhan Yang Terjadi Pada Masa Bayi
- Refleks
Refleks bayi yang baru dilahirkan bukan berarti tidak dapat melakukan apa-apa. Mereka lahir ke dunia dilengkapi dengan sejumlah refleks yang aktif secara genetika untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Misalnya gerakan refleks menelan, abtuk, mengedip dan menguap. Hal tersebut bersamaan dengan semakin matangnya fungsi otak mereka, dan bagaimana bayi secara sadar mampu mengatur perilaku mereka sendiri.
- Keterampilan motorik dan persepsi
Dibandingkan dengan anggota tubuh lainnya, ukuran kepala bayi yang baru dilahirkan amatlah besar dan bergerak tidak terkendali. Ketika bayi termotivasi untuk melakukan sesuatu, mereka mungkin menciptakan perilaku motorik yang baru (Thelen & Smith, 2006). Perilaku baru tersebut merupakan hasil dari pertemuan beragam faktor: perkembangan sistem saraf, kemampuan tubuh, kemungkinan untuk melakukan gerak, tujuan yang ingin dicapai oleh bayi dan dukungan dari lingkungannya untuk mencapai kemampuan tersebut.
- Perkembangan otak
Seiring dengan bayi berjalan, berbicara, berlari, menggoyangkan kerincingan, tersenyum dan cemberut, maka otaknya akan mengalami perubahan secara tajam. Setelah dilahirkan dan pada awal masa bayi, 100 milyar neuron di otak saling terhubung secara normal.
- Tahap sensorimotorik
Bayi membangun pemahaman tentang dunia, dengan mengkoordinasikan pengalaman dengan tindakan fisik. Bayi berkembang dari tindakan refleks secara naluriah ketika, untuk memulai memahami pemikiran simbolis pada akhir tahap ini.
- Aktivitas Bayi
Gerakan-gerakan yang dihasilkan oleh bayi belum memasuki tahap kesempurnaan. Karena belum matangnya kondisi neurofisiologis bayi, tidak dapat diharapkan bahwa gerakan-gerakannya terkoordinasi atau berarti. Gerakan-gerakannya juga tidak berhubungan dengan kejadian-kejadian di lingkungan atau dibawah kendali bayi.
Aktivitas yang terjadi di masa bayi dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu aktivitas menyeluruh dan aktivitas khusus. Adapun aktivitas menyeluruh meliputi kegiatan menyeluruh terjadi di seluruh tubuh bila salah satu bagian tubuh dirangsang sekalipun kegiatan yang paling menonjol terjadi pada daerah yang dirangsang. Sedangkan aktivitas khusus meliputi bagian-bagian tubuh tertentu. Aktivitas ini termasuk gerak refleks, yang merupakan tanggapan yang tepat terhadap rangsangan indra khusus dan tidak berubah dengan pengulangan rangsangan yang sama, dan tanggapan umum yang menggunakan kelompok otot yang lebih besar daripada otot-otot yang terlibat dalam refleks-refleks dan yang dapat dibangkitkan rangsangan dari luar maupun dari dalam.
- Vokalisasi Bayi
Vokalisasi bayi monatal dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu: suara tangis dan suara yang eksplosif. Selama masa neonatal dan bulan-bulan pertama dari masa bayi, tangis merupakan bentuk suara yang menonjol. Namun dari sudut pandang, suara eleksplosif adalah jenis suara yang lebih penting karena akhirnya mengembangkan kemampuan berbicara, misalnya berceloteh.
Misalnya ketika bayi menangis, tangisan tersebut menunjukkan perbedaan di dalam tinggi suara, intensitas dam kontinuitasnya. Tak hanya itu, bayi juga memiliki suara eksplosif yang terjadi pada bayi yang kadang-kadang mengeluarkan suara ekplosif seperti napas yang berat. Suara itu merupakan ucapan tanpa arti atau tujuan dan terjadi secara kebetulan kalau otot-otot suara mengerut. Biasanya bunyi-bunyi itu disebut “dekutan”, “degukan” atau “dengkuran”. Lambat laun bunyi-bunyi ini diperkuat dan berkembang menjadi ocehan yang selanjutnya berkembang menjadi berbicara.
- Kemampuan Sensorik Bayi
- Penglihatan
Penglihatan pada bayi sedikit lambat berkembang dibanding kemampuan mendengarnya. Pada fase neonatal para bayi masih sulit untuk melihat atau menangkap cahaya dengan baik dan tepat sebab kemampuan untuk melihat dengan baik belum sempurna
- Pendengaran
Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa pendengan merupakan indera yang paling sedikit berkembang pada waktu kelahiran, sebagian disebabkan karena telinga tengah yang tersumbat oleh cairan amniotik selama beberapa hari pertama kelahiran. Nada frekuensi rendah dapat lebih cepat didengar daripada frekuensi tinggi dan bayi lebih cepat bereaksi kepada suara manusia daripada suara-suara lain.
- Penciuman
Sel-sel untuk penciuman yang terletak di bagian atas hidung telah berkembang pada waktu lahir. Hakikatnya bayi dapat membedakan bau yang dapat dilihat dari usaha untik menghindari rangsangan yang kurang menyenangkan dengan cara menangis dan membalik-balikkan tubuh dan kepala dan terhadap rangsangan yang menyenangkan bayi memberikan reaksi mengisap-isap dan keadaan badan yang tenang.
- Pengecapan
Karena pengecapan sangat dipengaruhi oleh penciuman dan karena sel-sel untuk pengecapan yang terletak di permukaan lidah dan di daerah pipi telah berkembang maka pengecapan bayi sudah tajam. Pada umumnya bayi memberikan reaksi yang positif kepada rangsangan yang manis dengan tubuh yang tenang dan dengan mengisap-isap, dan memberikan reaksi negati kepada rangsangan yang asin, asam dan pahit dengan menangis, menggeliat, melempar atau memainkan makanan tersebut.
- Kepekaan organik
Kepekaan terhadap rasa lapar sudah sepenuhnya berkembang pada saat lahir dan kontraksi-konstraksi lapar terjaasi pada hari pertama. Pada saat itu rasa haus juga ada
- Kepekaan kulit
Alat indera untuk perabaan, tekanan, dan suhu sudah berkembang pada saat lahir dan terletak dekat permukaan kulit. Kulit bibir sangat peka untuk diraba sedangkan kulit tubuh, paha dan lengan kurang peka. Kepekaan terhadap rasa dingin lebih berkembang daripada kepekaan terhadap panas.[9]
- Pola Perkembangan Fisik Selama Masa Bayi
- Berat badan
Pada usia empat bulanm berat bayi biasanya bertambah dua kali lipat setelah melewati masa neonatal. Peningkatan berat tubuh selama bayi terutama disebabkan karena meningkatkan jaringan lemak
- Tinggi
Pada usia empat bulan, tak hanya sekadar berat badan yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tinggi badan juga mengalami pertumbuhan yang pesat.
- Proporsi fisik
Pertumbuhan kepala berkurang dalam masa bayi, sedangkan pertumbuhan dalam badan dan tungkai meningkat.
- Tulang
Terjadinya peningkatan jumlah tulang pada masa bayi. Ubun-ubun atau daerah otak yang lunak 50% bayi yang lahir telah tertutup pada usia delapan belas bulan, dan pada hampir semua bayi telah tertutup pada dua tahun.
- Otot dan lemak
Urat otot sudah ada pada waktu lahir tetapi dalam bentuk yang belum berkembang. Urat itit itu berkembang lemabat selaam masa bayi dan lemah. Sebaliknya, jaringan lemak berkembang pesat, sebagian karena tingginya kadar lemak di dalam susu yang merupakan bahan makanan pokok bagi bayi.
- Bangun tubuh
Selama tahun kedua, ketika proporsi tubuh berubah, bayi mulai memperlihatkan kecendrungan bangun tubuh yang berkarakter. Tiga bangun tubuh yang paling lazim adalah ektomorfik, yang cenderung panjang dan langsing, endomorfik, yang cenderung bulat dan gemuk, dan mesomorfik, yang cenderung berat, keras, dan empat persegi panjang
- Gigi
Rata-rata bayi mempunyai empat hingga enam gigi susu pada usia satu tahun dan 16 pada usia dua tahun. Gigi yang pertama muncul adalah gigi depan, sedangkan yang terakhir adalah gigi geraham. Empat gigi susu yang terakhir biasanya baru muncul pada tahun pertama masa kanak-kanak.
- Susunan saraf
Pada waktu lahir, berat otak adalah seperdelapan dari berat total bayi. Pertambahan berat otaj paling peat pada usia dua tahun. Otak kecil yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan pengendalian tubuh, bertambah beratnya tiga kali lipat satu tahun sesudah kelahiran. Ini berlaku jua untuk otak besar, sel-sel yang belum matang pada waktu kelahiran secara perlahan berkembang dengan baik dan sempurna.
- Perkembangan organ perasa
Pada tiga bulan pertama, otot mata sudah cukup terkoordinasi untuk memungkinkan bayi melihat sesuatu secara jelas dan nyata. Bayi sangat tanggap terhadap semua perangsang kulit karena tekstur kulit mereka yang tipis dan karena semua organ perasa yang berhubungan dengan peraba, tekanan, rasa sakit, dan suhu berkembangan dengan baik.[10]
- Beberapa Konsep Penting Yang Berkembang Dalam Masa Bayi
- Konsep ruang
Selama tahun kedua bayi jarang meraih benda-benda yang jauhnya lebih dari 20 inci, yang menandakan bahwa ia dapar memperkirakan jarak; biasanya dalam meraih benda yang arahnya tepat
- Konsep berat
Konsep tentang berar dalam masa bayi tidaklah tepat, bayi menganggap benda-benda yang kecil sebagai benda yang ringan dan benda-benda yang besar dikategorikan sebagai benda yang berat.
- Konsep waktu
Bayi tidak mengerti berapa lama waktu yang diperlukan untuk makan dan membuat susu misalnya dan tidak mempenyai konsep tentang perjalanan waktu. Hanya dengan jadwal harian yang kaku dapatlah ia mengetahui pagi, siang dan malam.
- Konsep diri
Bayi mengembangkan konsep-diri fisik dengan melihat kaca dan memegang-megang berbagai bagian tubuh. Konsep diri psikologi berkembang kemudian dan terutama didasarkan pada anggapan orang-orang yang berarti tentang dirinya. Sebelum masa bayi berakhir kebanyakan bayi mengerti bahwa is adalah bayi laki-laki atau bayi perempuan
- Konsep peran-seks
Pada akhir masa bayi kebanyakan para bayi memiliki konsep yang pasti tentang apa yang harus dilakukan dan dikatakan oleh kelompok laki-laki dan peremuan, dan juga bagaimana ia diharapkan menampilkan dirinya.
- Konsep sosial
Pada usia delapan bulan, bayi memberikan reaksi kepada orang-orang lain yang ditampilkan dalam ekspresi wajahnya, walaupunhanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa bayi dapat mengerti dengan tepat apa maksud emosi-emosi tersebut pada akhir masa bayi.
- Konsep keindahan
Antara usia enam sampai dua puluh bulan, bayi mulai bereaksi terhadap beberapa warna. Ia juga cepat mengatakan bahwa sesuatu itu bernilai bagus.
- Konsep kelucuan
Pada usia empat bulan, bayi menganggap permainan suara atau ocehan sebagai sebuah lelucon, dan ia menyukai buih-buih dalm minuman susunya dan senang pada ceburan air mandi. Pada usia enam bulan, ia merasa gembira dengan menjatuhkan benda-benda yang diberikan kepadanya dan pada usia satu tahun ia gemar membuat wajah yang lucu. Anak usia dua tahun tertawa pada ketangkasannya sendiri seperti menyusup melalui jalan yang sempit.[11]
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis rangkum dari makalah sederhana diatas adalah bahwasanya peranan persiapan individu untuk menghadapi periode konsepsi di fase prakonsepsi penting untuk memahami perkembangan individu yang akan dihasilkan. Hal tersebut disebabkan pengaruh yang besar dari kedua orangtua terhadap perkembangan psikologi buah hatinya. Jika saja masa prakonsepsi tidak diatur dengan baik, maka dikahwatirkan terjadi penyesalan atau kekecewaan dari masing-masing pasangan individu dalam mengarungi bahtera fase konsepsi yang dihadapi.
Tak sampai disana, dalam proses perkembangan psikologi seorang manusia juga dapat dilihat dari masa sebelum kelahirannya atau sering disebut masa dalam kandungan. Hal tersebut disebabkan masa terpenting dalam pembentukan individu yang paling berkesan adalah ketika individu tersebut masih berbentuk janin alias di dalam kandungan dibanding fase-fase perkembangan selanjutnya.
Terakhir, masa perkembangan bayi hingga usia yang sampai saat ini belum disepakati batasnya perkembangan psikologi manusia juga banyak dibentuk di masa-masa bayi tersebut. Jika saja terjadinya ketidaksiapan di fase prakonsepsi, pranatal dan bayi maka dikhawatirkan akan terjadi perkembangan psikologi yang kurang sempurna di kehidupan.
- Saran
Dengan hadirnya makalah ini dihadapan pembaca, semoga dapat memberi manfaat untuk kepentingan pengembangan dan perluasan ilmu yang dimiliki. Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan isi dari makalah ini dan makalah-makalah selanjutnya.
[1] Abdul Rahman Saleh, Psikologi (Jakarta: Prenada Media Group.2008), 54-57
[2] Prof. Dr. Prayitno, MSc. Ed. & Prof. Dr. Belferik Manullang, Pendidikan Karakter Dalam Pembangunan Bangsa (Jakarta: PT. Grasindo.2011), 37
[3] Michele Borba, Ed. D, Membangun Kecerdasan Moral (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2008), 185-186
[4] Laura A.King, Psikologi Umum (Jakarta: Penerbit Salemba Humanika. 2013), 152-154
[5] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan Edisi V (Jakarta: Penerbit Erlangga. 1992), 28
[6] Abdul Rahman Saleh, Psikologi (Jakarta: Prenada Media Group.2008) , 57
[7] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan Edisi V (Jakarta: Penerbit Erlangga. 1992), 28-32
[8] Penney Upton, Psikologi Perkembangan (Jakarta: Penerbit Erlangga. 2012), 34-37
[9] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan Edisi V (Jakarta: Penerbit Erlangga. 1992), 63
[10] Ibid, 80
[11] Ibid. 78-87